Showing posts with label kuliah di jepang. Show all posts
Showing posts with label kuliah di jepang. Show all posts

Friday, September 25, 2015

Part 4 - Sekolah Bahasa di Jepang - Minggu pertama di Tokyo - Shibuya, Shinjuku, Harajuku

1 April 2010. Bunga Sakura sudah mekar!

Sebelum ke Jepang, saya bayangin sakura itu cuma ada di taman2 atau objek wisata saja. Tapi ternyata benar2 seluruh kota dipenuhi sakura. Dari jalanan di depan rumah kos, taman2 kecil, sampai pinggir kali ada pohon sakura dimana2.. Cakep banget.






Sekolah baru mulai semingguan lagi, dan sama sekali belum kenal siapa2 disini, jadi waktunya jalan2 exploring kota sendirian. Gak masalah sih sendirian, karena pertama kali ke Jepang, semuanya jadi serba wah.

Shibuya tempat pertama yang saya kunjungin. Tau kenapa ? Cuma 1 alasannya...  Mau lihat patung hachiko ^.^ Dulu lagi trend film hachiko, dan karena demen banget sama anjing, jadi ini tempat kunjungan wajib.

Dari stasiun deket rumah naik kereta ke stasiun Shibuya. Supaya simple gak perlu beli tiket terus pake uang receh, kita bisa beli kartu Suica di mesin2 di stasiun. Kartu ini bisa diisi saldo 2,000 - 10,000 yen. Jadi kemana2 tinggal tempel kartu ini di ticket gate stasiun, otomatis saldo terpotong.

Ada banyak rail dan jurusan kereta yang berbeda2 di tiap stasiun, kadang perlu tukar kereta di stasiun tertentu. Perlu waktu beberapa minggu baru saya terbiasa dan gak nyasar2 lagi

Sampai di stasiun Shibuya...lumayan shock!! Dalam stasiun itu gak tau berapa ribu orang.. dimana2 semua jalan kesana sini mabok banget. Saya ikutin papan petunjuk jalan sampai keluar di exit patung hachiko, akhirnya ketemu juga. Ternyata patungnya imut kecil banget pas di depan pintu keluar stasiun, di dekat smoking zone. Benar2 penuh sesak. Banyak juga turis yang antri foto sama hachiko. Dan akhirnya saya sukses juga ambil foto legendaris ini :D
Foto wajib di tokyo ^^

Patung Hachiko ada di dekat Shibuya Crossing. Katanya ini perempatan paling ramai di dunia lho. Seru banget lihat orang2 jalan disini. Sekali jalan langsung ratusan orang nyebrang bareng. Dan Shibuya ini pusat fashion anak2 muda disana... Jadi kebanyakan disini cewe maupun cowo modis keren2 gayanya.





Perlu berjam2 buat jalan2 disini kelilingin Shibuya. Dan sebelum pulang, saya sempetin beli bento & takeout sushi buat makan di rumah. Kalap O_O  beli kebanyakan





Sushi set habis sekitar 800-900 yen. Hampir sama harganya kayak di sushi tei dsb (malah mungkin lebih mahal sushi tei ya), tapi rasanya beda jauh.... enak banget. Buat penggemar sushi (yg mentah2), di jepang udah surganya deh. Harga lebih murah, rasa jauh lebih enak.Takeout sushi begini aja udah enak banget, gak kalah sama resto. Asiknya lagi, belakangan saya sadar di supermarket dekat kos tiap jam 9 malam diskon sushi 50% !!!  MURAH banget jadinya



Besoknya saya jalan2 lagi, kali ini ke Shinjuku, gak jauh dari kamar saya di daerah Nakano, cuma 1 stasiun, atau jalan kaki cepat 30 menit. Setelah beberapa hari, speed jalan kaki saya udah level-up. Shinjuku, Shibuya dan Harajuku ini berdekatan. Gak tau kenapa saya paling suka daerah Shinjuku. Ada ciri khas sendiri, rame & colourful. Luas dan ramai banget isinya ada banyak shopping center. Restoran kecil ada dimana2. Kebanyakan restoran disini kecil2, gak bisa buat makan serombongan rame2. Biasanya orang jepang makan sendiri, dan makannya cepet, gak pake nyantai2 dulu. Di Shinjuku lengkap mau ngapain juga ada, dan belanja baju anak muda, beberapa gedung khusus jualan segala macam electronic (Yodobashi, bic camera, labi), sampai daerah remang2 kabukicho yg konon banyak tempat gak beres * buat info lanjut via line aja ya ^_^
Kebanyakan sekolah jepang di Tokyo ada di sekitar Shinjuku. Di sini banyak banget toko dan restoran tempat murid bisa cari kerja parttime. Sampai tengah malam pun makin ramai, gedung2 semua nyala lampu, cakep banget. Kalau lagi bosan, bisa nyantai ngopi di cafe sambil lihatin keramaian.
Stasiun Shinjuku salah satu stasiun paling luas, ramai dan membingungkan di Tokyo. Berapa kali saya nyasar kebingungan disini.



Akhirnya kesampean juga lihat daerah fashion anak muda paling terkenal di Jepang... Harajuku!
Turun di stasiun harajuku, langsung keluar di jalan Takeshita, jalan paling ramai disana. Penuh orang sampai jalan pun susah. Di kiri-kanan jalan penuh toko2 kecil jualan baju dari yg normal sampai yg aneh2. Beberapa ada yg cosplay tapi gak banyak juga. Agak below my expectation sih ini tempat, gak semenarik yg dibayangkan. Selama di Jepang cuma 2-3x saya balik kesini

Takeshita dori
Pas di sebrang daerah Harajuku, ada taman luas banget, Yoyogi-koen. Di taman ini tiap hari minggu sering ada acara2 bazar, musik, festival dsb. Salah satu tempat favorit. Hari minggu kalau gak ada kerjaan sering datang kesini biasanya ramai. Suasanyanya juga enak, bisa ngerasain sisi kehidupan santai penduduk tokyo.


Di samping taman ini ada kuil besar, Meiji Jingu. Di pintu masuk kuil melewati hutan sampai ke komplek kuil tradisional yg cukup luas. Kontras banget dari keramaian dan gedung2 modern di luar. Recommended buat yg belum pernah kunjungin kuil di Tokyo. Lebih tenang dan gak seramai kayak kuil Sensoji di Asakusa yang isinya turis semua





Lanjut ke post berikutnya ~ 

Kunjungi website Evergreen untuk informasi kursus bahasa Jepang di Jakarta, atau sekolah bahasa di Jepang


Thursday, September 24, 2015

Part 1 - Sekolah bahasa di Jepang - Introduction

Hajimemashite,

Saya Sugita Chandra, sekarang mengajar di Kursus Jepang Evergreen.

Kursus bahasa Jepang Evergreen ada di Jakarta Pusat, sampai sekarang sudah lebih dari 40 tahun lho bergerak di bidang pendidikan bahasa Jepang, penerbit buku pelajaran & kamus, sampai konsultan pendidikan ke Jepang.

Tahun 2010 saya dapat kesempatan belajar bahasa selama 3 bulan di Tokyo. Sudah cukup lama ya ^^  tapi baru sekarang kepikiran bikin blog, supaya teman-teman bisa ada bayangan tentang kehidupan dan sekolah di Jepang.

Sebelumnya, mengenai sekolah bahasa di Jepang, kita bisa sekolah semester pendek (1 - 3 bulan), dan semester panjang (6 bulan - max 2 tahun). Berangkat bisa di April (musim semi), Juli (musim panas), Oktober (musim gugur), dan Januari (musim dingin). Belajar bahasa Senin - Jumat sekitar 4 jam sehari.

Bukan hanya belajar bahasa saja, di sekolah juga banyak program budaya, acara jalan2 dan berbagai kegiatan seru.

Biaya sekolah memang cukup tinggi, kasarnya 1 tahun sekitar 85 - 90 juta rupiah.. Itu baru uang sekolah saja lho, belum uang kamar dan makan dsb.

Tapi jangan khawatir, siswa boleh kerja parttime (khusus sekolah 6 bulan ke atas), seperti di restoran, toko, atau pabrik. Kerja 3-4 jam sehari, gaji sebulan lebih dari 10 juta rupiah. Cukup untuk biaya hidup. Bahkan kalau sekolah di kota kecil di luar Tokyo, kita bisa menabung lumayan banyak gaji parttime tiap bulan

Kalau ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut mengenai info sekolah, cara pendaftaran dsb, bisa add LINE ID saya sugitachandra ya, atau cek di website Evergreen : www.kursus-jepang-evergreen.com

Evergreen siap membantu konsultasi dan pendaftaran sekolah bahasa ke Jepang buat teman2 di seluruh Indonesia koq.

Alamat Kursus Jepang Evergreen :
Jl. Kartini 2 no.34B
Jakarta Pusat. Tel. 021-3805995

Oke, sekian intro-nya. Langsung kita mulai dari awal ya.


Saya sudah belajar di Evergreen sekitar 2 tahun. Kurang lebih grammar, kanji dan conversation bahasa Jepang sudah saya pelajari semua di Evergreen. Sekalian promosi sekolah ^^. Evergreen ini salah satu sekolah bahasa Jepang pertama di Jakarta, sampai sekarang masih bertahan sebagai tempat kursus no 1 di Jakarta :D. Ada 200an murid, tapi kepala sekolahnya gak mau buka cabang di tempat lain.
Tiap tahun puluhan siswa Evergreen lanjut sekolah ke Jepang.

Nah, di awal tahun 2010, saya memutuskan untuk belajar bahasa langsung di Tokyo, supaya bisa latihan percakapan tiap hari dengan orang Jepang dan pengalaman hidup di Jepang langsung.


Karena sudah mulai tua ^.^  dan banyak kerjaan, saya coba daftar semester pendek 3 bulan saja.
Kebetulan waktu itu banyak sekolah2 dari Jepang datang ke Evergreen untuk kerjasama, dan akhirnya saya memilih sekolah EASTWEST Nihongo Gakko yang berada di Tokyo semester April (pas musim sakura)

Setelah isi formulir pendaftaran, lengkapi dokumen2 yang diperlukan, langsung transfer uang sekolah 3 bulan, dulu sekitar 16 juta rupiah (tapi tentunya saya dapat diskon lagi :D)

Langkah selanjutnya pesan tiket pesawat dan asrama di Jepang, dan saya apply visa di kedutaan Jepang di Thamrin. Pertama kali apply visa, takut juga kalau sampai ditolak. Tapi untungnya 4 hari kemudian saya sukses dapat visa. Sebenarnya tidak perlu khawatir koq, asal dokumen yang disiapkan harus lengkap ya. Selama ini semua murid Evergreen sukses dapat visa.

Gak berasa tinggal beberapa minggu lagi berangkat ke Jepang, tegang juga karena pertama kali kesana, dan sendirian.

Lanjut di post berikut ~

Kunjungi website Evergreen untuk informasi kursus bahasa Jepang di Jakarta, atau sekolah bahasa di Jepang